-->
Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Wednesday, July 19, 2017

PREGNANCY POSTS (FINAL) : Hello Baby Namira

Memasuki bulan ramadhan taun ini terasa sangat spesial untuk saya dan mas suami. bukan hanya karena ini pertama kalinya kami menjalani bulan puasa sebagai suami istri, tapi juga karena kami sedang menanti kelahiran adik bayi yang diprediksi akan lahir dipertengahan bulan ramadhan. 14 Juni 2017 akan menjadi minggu ke 40 kehamilan saya yang juga merupakan hari prediksi kelahiran adik bayi. namun entah kenapa, saya sangat yakin adik bayi akan lahir di usia kandungan 38 minggu. saking yakinnya, saya belum packing perlengkapan yang akan saya bawa ke rumah sakit, kepedean ya hehehe. kepedean ini saya tularkan juga ke adik bayi melalui bisikan-bisikan saya setiap hari sambil elus-elus perut, 
"de, lahirnya nanti pas mama udah selesai packing ya. lahirnya pas 38 minggu dan langsung lahir ya tanpa induksi" 
kira-kira begitulah bisikan saya hampir setiap hari ke adik bayi. saya selalu menekankan setiap hal yang kami harapkan dalam proses persalinan nanti dalam setiap percakapan saya dengan adik bayi. dari mulai melahirkan normal tanpa sakit di 38 minggu, hingga lahir tanpa induksi. saya yakin, dengan sering berkomunikasi dengan adik bayi, insya allah adik bayi dengar dan akan membantu semua prosesnya. oiya, saya sangat takut dengan induksi. walau sudah ngobrol-ngobrol dengan teman dan baca-baca blog orang yang menjalani persalinan dengan induksi untuk menguatkan mental, saya belum juga mendapatkan keberanian kalau amit-amitnya harus diinduksi. saya sampai berpesan ke mas suami, kalau sampai saya harus induksi saya minta untuk di caesar saja (iya tau, saya mah cemen emang). 


dan akhirnya, minggu ke 38 itupun tiba.


Wednesday, March 29, 2017

PREGNANCY POSTS : PRENATAL YOGA

Ada satu hal yang paling saya takuti ketika saya tau positif hamil, sakit pinggang. sebagai pengidap HNP sejak 3 tahun lalu, saya sangat sensitif dan rentan terhadap beban berat. saya bahkan sampai mengganti laptop, sepatu, dan kasur untuk meminimalisir sakit pinggang. selain itu, saya juga rutin menjalani akupuntur 1-2 minggu sekali,  tergantung kondisi tubuh saat itu. Setelah tau hamil, otomatis kegiatan rutin akupuntur sayapun terpaksa dihentikan karena dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan adek bayi (fyi, selain ditusuk-tusuk jarum, terapinya juga termasuk menguatkan organ tubuh dengan cara dipaparkan uap panas dibagian-bagian tubuh yang ditusuk jarum). dan ternyata kekhawatiran sayapun terbukti. memasuki usia kehamilan 3 bulan, badan saya mulai pegal-pegal dan backpain pun ga malu-malu lagi datang bahkan ga lepas-lepas. 

mulai panik dan khawatir kondisi tubuh yang bakal makin jompo selama hamil, saya langsung cari-cari informasi tentang senam hamil dan manfaatnya. dari beberapa jenis senam hamil yang ada, saya memilih untuk mengikuti prenatal yoga. 

Monday, March 6, 2017

PREGNANCY POSTS : Beberapa Hal yang Dialami Selama 6 Bulan Kehamilan


26 Weeks -  Memasukin minggu-minggu  terakhir di trismester kedua ini , banyak hal dalam diri saya yang mulai terasa berubah. berikut beberapa hal yang saya rasakan di trismester kedua ini:


Thursday, December 1, 2016

Being Marriage - Lesson Learned Part III : Kun Fayakun

8 Oktober  2016,

----------------
Hampir semua wanita pasti punya keinginan menikah muda, dan langsung memiliki anak yang lucu-lucu. Iya, hampir semua teman saya seperti itu siklusnya. Lalu bagaimana dengan saya? 

saya menikah tepat di usia 25 tahun kurang 1 bulan, sesuai cita-cita saya hehehe. Saat itu saya sudah bekerja hampir 1 tahun lamanya di perusahaan tempat saya bekerja sekarang, sehingga proses adaptasi sudah tidak jadi beban lagi kalau seandainya saya menikah, hanya tinggal beradaptasi dengan lokasi rumah yang menjadi cukup jauh (1,5 jam perjalanan menuju kantor). Namun, entah kenapa saat itu saya sama sekali tidak ada pikiran untuk langsung memiliki anak. Bahkan sebelum menikah, salah seorang juru rias saya (yang ternyata bisa "nerawang") bisa membaca kalau saya sepertinya ragu untuk langsung memiliki anak hehehe. 

Awalnya saya pikir memang saya benar-benar belum ingin memiliki anak. Ya ada sih perasaan sedikit ragu, melihat saya yang masih pecicilan, suka coba ini itu, masih banyak yg ingin di explore. tapi ternyata bukan itu alasan utama saya. 
Melihat perjuangan teman-teman saya yang ingin punya anak, atau bahkan keguguran karena aktivitas hariannya (yang saya liat mungkin kerjaan saya bisa lebih over daripada mereka) membuat saya ragu untuk berharap langsung dititipi bayi menggemaskan oleh Allah. Memang, beberapa bulan menjelang pernikahan sampai saat ini saya lagi sering-seringnya mendengar cerita perjuangan memiliki anak / keguguran dari teman-teman saya. Sedikit banyak ternyata cerita-cerita itu jadi kepikiran. Takut banyak berharap lah, ini lah, itu lah... 

Ditambah lagi dengan sebulan pertama pernikahan saya yang super sibuk, makin aja dong saya "pura-pura" ga berharap langsung punya anak. Setiap saya dan suami berbicara soal punya anak, dan suami komentar "ya siapa yang tau kamu hamil bulan ini" pasti langsung saya sanggah dengan "ya ga mungkin sih..." . Memang ga baik bicara mendahului takdir, tapi balik lagi saya gamau banyak berharap yang akhirnya sedih, bete, karena harapan saya tidak terjadi. 

Sampai akhirnya diminggu keempat pernikahan kami,  suami saya pergi training ke Jakarta selama seminggu. Makin hopeless harapan hamil dibulan pertama pernikahan kami, toh bisa berduaan aja jarang banget. Ditambah lagi seperti postingan saya sebelumnya, saya mengalami kecelakaan motor. 

selama ditinggal suami, kondisi kaki saya pasca kecelakaan semakin membaik. Tapi anehnya, kondisi tubuh saya yang malah jadi sering drop. Setiap menuju jam makan siang, saya merasa kepala saya berat, pusing, dan mual, seperti tanda-tanda akan menstruasi. Sebagai penderita anemia, gejala pms seperti itu memang rutin saya dapat setiap bulannya. Yang jadi masalah adalah, kejadian kepala pusing - berat- mual ini terjadi selama berhari-hari ditambah dihari ketiga perut saya terasa agak kembung. Saat itu ada perasaan berharap dan GR kalo saya hamil, tapi ko sakitnya ga selebay yang dbilang orang-orang ya? ya mungkin saya cuma masuk angin. 

Setelah melewati 4 hari ditinggal suami, tepatnya hari kamis malam saat pulang kantor, saya mampir ke guardian di dekat rumah. Tujuan pertama saya adalah ingin membeli bio oil untuk menghilangkan bekas luka pasca kecelakaan, tapi entah ada angin apa saya kemudian membeli testpack karena kebetulan itu hari dimana saya seharusnya menstruasi. sesampainya dirumah, penasaran banget pengen langsung coba. tapi karena siklus menstruasi saya yang memang tidak lancar, saya ragu-ragu mau coba. pikiran saya waktu itu "yaila tanda-tanda hamil aja ga ada", yasudahlah saya batalkan rencana saya mencoba testpack. 

tapi memang dasarnya anaknya penasaran, saya iseng-iseng aja coba testpack tanpa membaca cara pakainya. niat awalnya sih, iseng aja biar ada pengalaman nyobain testpack hahaha. belum bilang-bilang suami juga, karena takut suami jadi berharap juga.dan hasilnya? bener kan negatif !, hehehehe. Saya engga langsung buang sih hasilnya, soalnya masih penasaran sama cara kerjanya dan berniat baca2 lagi petunjukan biar bulan depan ga salah cara pakenya dan mubazir beli testpack.
kira-kira saya tinggal makan selama 20 menit, dan pas balik lagi saya kaget, karena tiba-tiba saya liat ada garis kedua yang super tipiiis. karena ragu, saya baca lagi petunjuknya, "oh gaboleh dibaca setelah 8 menit ya, berarti ini ga akurat ya" dan langsung saya buang ke tempat sampah. 

Monday, November 14, 2016

Being Marriage - Lessons Learned Part II : Menjadi Istri Karir / Istri Rumah Tangga ?

Sebelum menikah, saya sering memerhatikan beberapa teman saya yang mengeluh, atau menyindir profesi masing-masing, baik itu sebagai ibu rumah tangga, atau sebagai wanita karir.


sering kali saya melihat status - status seperti ini:


"proud to be a house wife, bisa ngurus anak dll, tidak seperti wanita karir yang menghabiskan waktunya dikantor.........."
"jadi wanita karir itu bisa bantu suami, sama-sama usaha, sama-sama susah dari bawah,......." 

(bangga sekaligus nyindir)

atau malah saling mengeluh:

"capek bgt kerja 8-5, belum ngurus anak, belum beresin rumah, belum lembur, capek banget" 
" jadi ijah tiap hari dirumah, dari pagi sampe malem. butuh refreshing, enak kayanya kalo kerja" 


dan keluhan, sindirian, lainnya...

Friday, February 20, 2015

First time

When I saw you smile
I saw a dream come true
So I asked you, maybe
Baby whatcha gonna do?

'Cause I have been waitin' for a long, long time
For a boy like you
I won't be waitin' any more cause I know
Baby, baby
I was made for you
-She & Him- 

----


Sore itu saya sudah janjian dengan teman saya dan seseorang yang dari bulan lalu mau dikenalkan oleh teman saya. Ga seperti kebiasaan orang lain yang mau kenalan atau pendekatan, kami ga janjian untuk ketemu weekend karena saya waktu itu sudah jarang ada di bandung kecuali untuk kuliah yang cuma 1-2 hari aja. Selain itu, saya menghindari ketemu diweekend yang jam ketemunya bisa seharian. Bayangin aja kalo harus seharian sama orang yang kalian baru kenal, terus ternyata bikin ilfeel tapi ga enak sama temen yang udah baik mau ngenalin. Jadilah kami janjian mendadak di hari selasa di salah satu kafe di dago, setelah dia pulang kantor. Kami janjian jam 5, dan ngaret sampe jam 8 malam. Dan keputusan yang tepat untuk saya tidak datang tepat jam 5, karena dia juga ngaret dan gak lucu dong kalo saya datang duluan *tetep gengsi*. 

Hari itu saya cuma pake baju dan kerudung sehari-hari kuliah, terkesan ga niat buat diajak kenalan sama cowok hehehe. Tapi yasudahlah, kan cuma kenalan. Kalo dia ilfeel ya biarin aja daripada dandan abis-abisan tapi nanti ilfeel kalo tau aslinya. Jam 8 kurang saya sampai di kafe itu,berpapasan dengan teman saya. Kami berdua masuk dan sudah ada dimas (temannya teman saya) yang lagi celingak celinguk sendirian nunggu kami berdua datang. My first impression, alhamdulillah mukanya ga tua hahaha. Kebiasaan saya menolak untuk diajak kenalan dengan cowok yang lebih tua adalah saya takut dengan orang yang mukanya tua, sesimple itu. Dan untungnya mas dimas ini jauh dari penampakan itu walau masih pake baju lengkap orang kantoran. 

walau kikuk dan obrolannya basi (seputar kuliah, TA, dan kerjaan) karena kami sama sekali ga pernah chatting sebelumnya, kami menikmati obrolan kami satu sama lain. Untuk saya yang selalu dan selalu gampang ilfeel sama orang, ketemu mas dimas yang datar, dan nyantai itu menyenangkan. Saya ga usah capek2 menghindari ekspresi bete atau kebelet pengen pulang. We spend the whole 90 minutes talking (dengan grogi hahaha), lalu mas dimas mengantar kami pulang. 


-----
Saat-saat itu selalu jadi obrolan kita untuk diingat, dibahas berkali-kali dan bahkan ditertawakan. Seperti yang kita obrolin semalem, mungkin kalo kamu dan aku sama-sama tidak menyempatkan untuk ketemu waktu itu, kita belum atau malah ga akan pernah ketemu ya mas. Terimakasih sudah meluangkan waktunya waktu itu dan segera atur jadwal untuk ngedate lagi di verde ya ! 

Wednesday, February 18, 2015

Dear Love,



“One is loved because one is loved. No reason is needed for loving.” 
― Paulo CoelhoThe Alchemist-